Antisipasi Dini Sengketa Warisan Keluarga Bagian 1

konsultan waris islam

Antisipasi Dini Sengketa Warisan Keluarga Bagian 1MUQODDIMAH

Banyak orang yang ngeri membicarakan soal warisan di keluarga mereka. Banyak orang yang sungkan bertanya soal warisan keluarga kepada saudaranya sendiri. Banyak orang menahan diri dengan berbagai alasan untuk membagi warisan keluarga.

Banyak pula alasan yang diungkapkan oleh mereka untuk tidak membahas soal warisan keluarga mereka itu. Diantaranya: menjaga tali silaturrahim, khawatir terjadi keributan keluarga, merasa sudah cukup dengan harta yang diperoleh dari usaha dan kerja mereka.

Sesungguhnya pembagian warisan keluarga bukanlah permasalahan butuh harta atau tidak, bukan juga karena keinginan pribadi ahli waris.

Pembagian harta warisan keluarga adalah perintah Allah swt dalam surat an-nisa:11,12,13,14. Perintah yang sangat kuat seperti perintah dalam melakukan ibadah-ibadah yang sudah kita kenal.

Kasus demi kasus sengketa warisan keluarga terus di pertontonkan oleh media masa yang ada. Mulai dari televisi sampai berita on line kerap memuat sengketa waris keluarga. Banyak orang ngeri dan khawatir hal serupa terjadi pada keluarga mereka sehingga muncul ketakutan berlebihan untuk membicarakan warisan keluarga kepada sesame saudara mereka.

Sikap yang salah ini harap tidak dipelihara oleh keluarga muslim di Indonesia. Sikap mendiamkan warisan tanpa pembagian yang benar bukanlah jalan untuk mendapatkan kedamaian dalam keluarga. Sikap seperti itu hanyalah menunda kekacauan dan perpecahan keluarga. Waspadalah.

Berikut ini saya sampaikan beberapa hal yang menjadi pemicu sengkata warisan dalam sebuah keluarga. Diantaranya:

  1. Kebodohan terhadap hukum waris islam
  2. Keimanan yang goyah
  3. Poligami yang disembunyikan
  4. Konsep nafkah istri yang tidak sesuai syariat
  5. Kepemilikan yang tidak jelas dari muwarrist
  6. Provokasi lingkungan pergaulan

KEBODOHAN TERHADAP HUKUM WARIS ISLAM

Maaf jika tidak nyaman dengan penggunaan istilah kebodohan. Kebodohan yang dimaksud bukanlah tidak berilmu tetapi kebodohan yang dimaksud adalah keengganan untuk menggunakan hukum waris islam dalam pembagian warisan keluarga walaupun sudah mengetahui hukum waris islam.

Jika dalam satu keluarga ada ahli waris yang enggan menggunakan hokum waris islam sebagai acuan pembagian warisan maka sengketa dalam pembagian warisan keluarga tersebut tak dapat dihindari lagi. Sebagian ahli waris ingin menggunakan hokum waris islam sementara ahli waris yang lain ingin menggunakan hokum selain hokum waris islam maka sengketa akan terjadi.

Keengganan itu bisa saja di picu oleh banyaknya syubuhat atau hal-hal yang diragukan dari aturan hukum waris islam. Masih ragu dengan esensi keadilan dalam pembagian 2:1 atau ragu dengan aturan lainnya. Jika kita meragukan sebuah aturan dalam hokum waris islam maka hendaknya kita mencari pencerahan dari para ulama ilmu faroidh yang memiliki pemahaman yang mendalam. Hapuskan buruk sangka di hati atas setiap aturan Allah swt di dalam ajaran islam.

Jika kita belum mengerti tentang suatu aturan dalam hokum islam namun kita tidak mau mencari pencerahan untuk memahami lebih dalam akan aturan itu maka selamanya kita akan bodoh terhadap aturan itu dan selanjutnya kita akan meninggalkannya dan menentangnya.

Itulah kebodohan yang sesungguhnya dalam pandangan islam. Itulah esensi sebutan “abu Jahal” untuk  ‘Amru bin Hisyam yang menjadi musuh islam nomor wahid dalam sejarah. Dia mengetahui apa yang diajarkan oleh nabi saw kepada para pengikutnya namun ia tidak mau untuk menggali lebih dalam apa yang dia ketahui dan belum difahami secara mendalam.

Kebodohan terhadap aturan dan hokum Allah swt membuat seseorang menentang dan angkuh. Dengan keangkuhan itu ia akan berhadapan dengan keluarganya sendiri maka terjadilah sengketa warisan.

Antisipasi dini untuk sebab tersebut adalah mau membaca dan mempelajari hokum waris islam dengan hati yang jernih kepada para guru dan ulama yang mendalam ilmunya dalam hal hokum waris islam.

Ajarkan keluarga kita akan hukum waris islam sejak dini secara mendalam agar tidak menimbulkan sengketa di masa yang akan datang ketika Allah swt memanggil anda ke pangkuanNya.

 

Oleh : Ahmad Bisyri Syakur,Lc.MA

*

*

Top