BOLEHKAH MENBAGI-BAGIKAN HARTA SEBELUM WAFAT ?

Banyak orang bertanya kepada saya saat mereka sudah tua renta dan berharta banyak serta memiliki anak keturunan, bolehkah saya membagi bagikan harta saya kepada anak-anak saya sebelum saya wafat karena saya takut mereka bertengkar berebut warisan nantinya.??

Rasa takut seperti itu adalah hal yang wajar dan manusiawi. Rasa takut seperti itu selalu menghantui setiap orang tua dengan kekayaan yang berlimpah.

Jika fokus pertanyaan hanya sekedar hukum boleh dan tidaknya membagi harta kepada anak maka jawabannya tentu boleh. Hal yang lebih penting dari sekedar hukum boleh atau tidak adalah latar belakang pertanyaan tersebut yaitu kekhawatiran rebutan harta warisan antara ahli waris jika orang tua wafat.

Ikhwah fillah…tidak ada jaminan bagi seseorang jika membagikan harta kepada anak-anaknya maka pertengkaran antara ahli waris pasti terelakkan. Pertengkaran akan tetap muncul pasca wafatnya orang tua karena ketidak puasan mereka akan kebijakan orang tua yang tidak berani mereka ungkap saat orang tua masih hidup.

Jika orang tua membagi hartanya hingga 100% niscaya pertengkaran ahli waris pun akan tetap berpotensi muncul pasca wafatnya sang orang tua.

Jika orang tua membagi seluruh hartanya kepada anak-anaknya bagaimana ia membiayai kehidupan hari tuanya yang justru sedang banyak pengeluaran biaya terutama biaya kesehatan? Apakah ia akan menumpang hidup di rumah salah satu anaknya? Apakah ia akan makan dari belas kasihan anaknya? Apakah ia akan berobat dari harta anaknya?

Sungguh kasihan orang tua yang selalu dihantui kekhawatiran di atas. Untuk membantu meringankan beban fikiran orang tua tersebut saya ingin memberikan beberapa saran berikut ini:

1. Hilangkan beban fikiran tersebut dengan selalu banyak beribadah dan berzikir kepada Allah swt.
2. Lakukan ta’liful qulub antara anak keturunan dan ahli waris yang lain dengan memperbanyak komunikasi dua arah.
3. Alokasikan sebagian harta untuk wakaf keluarga dan wakaf umum.
4. Perjelas status kepemilikan setiap item harta yang anda miliki.
5. Wasiatkan kepada anak-anak dan ahli waris untuk membagi warisan anda dengan hukum waris islam melalui sosok yang memiliki keahlian dan amanah, lalu wasiatkan juga untuk menerimanya dengan senang hati.
6. Terus berdoa agar anak-anak dan keturunan anda di satukan hati mereka dalam ketaatan kepada Allah swt.

Perlu saya sampaikan juga bahwa pertengkaran anak-anak dan ahli waris bukanlah beban bagi orang tua.
Pertengkaran antara mereka adalah tanggung jawab mereka masing-masing karena setiap orang yang sudah baligh / mukallaf itu bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. (qs: al-an’am:164/ al-isra:15/fatir:18/az-zumar:7/an-najam:38) wallahu’alam.

 

Oleh : Ahmad Bisyri Syakur

*

*

Top